Bab 140: Seharusnya Laki-laki!
Dent! Dent! Dent!
Namun, sebelum sepasang sayap perak baru itu sempat menusuk Liang Bing, sepasang mata iblis yang sangat dalam dan mengerikan tiba-tiba muncul di langit di atas kepala Kesha.
Segera setelah itu, sebuah suara seperti dentang lonceng besar bergema....
Membuat Liang Bing dan Kesha tertegun sejenak.
Terutama Kesha....
"Ini adalah..." Kesha sudah mengerti, ini adalah kombinasi dari Ketakutan Tertua dan Jam Besar....
Ketakutan Tertua membuat kesadarannya terdiam seketika.
Jam Besar segera menyusul, melakukan pemindahan paksa terhadap dirinya.
Kesha ingin bergerak...
Ingin melepaskan diri....
Sayangnya sudah terlambat.
Jam Besar telah selangkah lebih maju menghitung ruang Kesha saat ini.
Meskipun tidak dapat menghancurkan tubuh dewa generasi keempat....
Namun ia tetap bisa melakukan perpindahan ruang dan waktu.
Akhirnya...
Sepasang mata raksasa itu tiba-tiba berubah menjadi mulut raksasa, langsung menelan Kesha utuh-utuh. Kesha lenyap seketika, suasana kembali tenang, mengepulkan lapisan-lapisan asap putih......
"Hah... hah... Tugasku sudah selesai. Karl... sisanya kulihat serahkan padamu. Kutunggu kabar baikmu." Liang Bing terengah-engah, memegang lukanya di perut yang tak bisa dihentikan, merasa sangat kelelahan.
Meskipun dalam pertempuran ini, hampir tidak ada banyak gerakan.
Namun hanya dari gesekan antar tubuh dewa saja.
Dirinya ternyata jauh lebih rapuh daripada Kesha....
Seolah-olah tubuh dewanya adalah barang cacat.
Sama sekali tidak bisa menyerang secara aktif.
Semuanya hanya digunakan untuk bertahan.
Dan....
Sayap perak Kesha....
Tidak kalah dengan perak gelap iblis....
Bahkan jauh lebih mendominasi.
Gen miliknya tampaknya mengalami sedikit kerusakan.
.....
Di sisi lain....
Sebuah planet kecil yang tidak mencolok.
Bintang Jade....
Leona tampak dikendalikan oleh kekuatan yang tidak diketahui.
Melayang dengan tenang di luar planet tersebut.
Sementara planet di hadapan Leona perlahan memerah....
Begitu fanatik dan membara....
Bagaikan sebuah bintang yang sewaktu-waktu bisa memicu ledakan.
Inilah supernova....
Daya rusak area terluas dari Kekuatan Matahari.
Hanya sebagian orang dari ras Lieyang yang dapat menggunakannya.
Dulu....
Kakek Leona, Di Hongkun, mengandalkan benda ini untuk menghancurkan Galaksi Deno....
Mengubah Galaksi Deno menjadi lautan api dalam semalam.
Hampir tidak mungkin untuk bisa lolos.
Namun...
Bukan hanya Leona yang berada di tempat ini.
Kesha yang tadi baru saja datang ke sini pula.
Menyaksikan semua ini dengan mata kepalanya sendiri.
Ia merasa sedikit terkejut.
Namun ia tidak merasa takut.
Ini adalah ledakan terbesar.
Tubuh dewa generasi keempat tidak dapat kebal terhadapnya....
Ia sangat tahu...
Dirinya akan diledakkan.
Namun...
Setelah diledakkan, Kesha bisa terlahir kembali...
Hingga kemudian.
Wuuu wuuu wuuu!!
Lubang-lubang cacing tiba-tiba terbuka di sekitar Bintang Jade.
Seolah-olah hendak menguraikan sesuatu.
Kemunculan lubang-lubang cacing ini membuat Kesha yang tadinya tidak begitu takut, mendadak menjadi tegang.
Wajah Kesha berubah drastis, dan dia berseru, "Ini adalah....."
"Hitung mundur ledakan supernova....."
"5...."
"4...."
"3...."
"2...."
"1...."
Bum!!
Bum bum bum!!
Alam semesta yang pekat, pada detik saat hitungan mundur mencapai angka nol, diiringi oleh suara dentuman yang menggelegar, terdapat sebuah bola kristal biru di dalam kegelapan.
Namun bola kristal ini sama sekali tidak indah.
Melainkan melambangkan kepunahan.
Melambangkan kehancuran....
Bagaikan jutaan atom.
Menjadi ketiadaan seutuhnya....
Kesha hancur...
Terpecah berkeping-keping.
Berubah menjadi butiran-butiran atom suci.
Atom-atom ini saling mendekat satu sama lain.
Mencoba melakukan reorganisasi.
Namun itu tidak berhasil.
Karena mereka keburu tidak sempat untuk bergabung kembali.
Satu demi satu dari mereka disedot ke dalam lubang cacing aneh itu.....
Dipindahkan ke setiap sudut.
Membuat mereka tidak bisa menyatu kembali....
Bahkan ada pula yang tersedot ke dalam lubang hitam di alam semesta.
Entah pergi ke mana....
"Inilah disolusi yang disebutkan oleh pria itu tadi?? Sungguh luar biasa....." Kesha yang hanya menyisakan kesadaran, hanya bisa mengaguminya, tanpa mampu menunjukkan ekspresi lebih banyak lagi.
Karena dirinya....
Akan benar-benar meninggalkan alam semesta.
Hanya menyisakan kesadaran...
Bagaikan wujud ilusi.
.....
Kembali ke langit di atas Bumi.
Jatuhnya Kesha membuat para malaikat yang tadinya masih bertempur secara gerilya dengan para iblis, mendadak merasakan gelombang otak yang aneh di kepala mereka, menyebabkan sistem mereka lumpuh, dan mereka pun jatuh beruntung-turuntan.
Tidak mampu untuk bertempur lagi....
Tubuh Liang Bing juga merasakan sedikit guncangan.
Namun guncangan itu tidak berlangsung lama.
Hanya seperti kedutan sesaat.
Ia perlahan melipat sayap iblisnya, perlahan turun, lalu tiba di sofa tempat Kesha tadi duduk dengan angkuh sambil menyilangkan kaki, dan duduk dengan kelelahan.
"Zaman kita telah berakhir..... Kakak."
"Dalam perjuangan, kita hanya bisa memilih jalan yang ekstrem......"
"Heh....."
"Ya..... Jalan ekstrem membentuk kita yang sekarang...."
"Tetapi kehilangan masa depan kita....."
"Karl telah meninggalkan kita jauh di belakang...."
"Kau adalah dewa sejati....."
"Yang tidak akan pernah menggoyahkan keyakinanmu dalam situasi apa pun...."
"Sedangkan aku..... hanya bisa terbawa arus...."
"Inilah batas kemampuanmu!"
"Aku tidak bisa sepertimu..... Aku memang tidak bisa sepertimu...."
"Namun.... gagasanmu belum tentu benar."
"Seandainya..... dulu kau tidak menghalangiku.... tidak membatasiku."
"Atau tidak karena alasan tertentu...."
"Mencoba mengendalikanku."
"Mungkin hasilnya akan berbeda."
"Sama seperti keputusanmu saat mengusir Akademi Super God dari Kota Malaikat di masa lalu....."
"Sejak saat itu, aku tahu bahwa kau keliru."
Liang Bing bangkit dari sofa, memandangi sofa baru tersebut, berbicara pada dirinya sendiri, lalu dengan santai menyalakan api dan membakar sofa itu hingga menjadi arang.....
......
Pada saat yang sama....
Ferezer....
Di pihak Ge Xiaolun dan Leng.
Mereka sekali lagi tiba di sebuah desa kecil yang tidak mencolok....
Sedang memeriksanya dengan teliti...
Di mana Leng mengawasi dari ketinggian langit.... memindai segalanya.
Sebuah gelombang tiba-tiba merambati otaknya, membuat sekujur tubuhnya lemas.
Seolah kehilangan seluruh energinya.
Perlahan-lahan jatuh dari udara....
Jatuhnya ini membuat Ge Xiaolun dan ayah-anak Snaefell tertegun.....
Mereka buru-buru menyusul.
Meskipun mulut Leng pedas, dia selalu melindungi mereka.
Terutama bagi Ge Xiaolun.
Bagaimana pun pedasnya mulut Leng, dia tetaplah seorang wanita cantik....
Dan jika wanita cantik jatuh ke tanah.
Meskipun tidak terluka.
Wajahnya pasti akan lecet....
Maka dia pun bergegas mengejarnya.
Mencoba menangkap Leng.
Namun Leng, melihat penampilan Ge Xiaolun yang seperti pecundang itu, langsung melemparkan Pedang Api di tangannya ke arah lain.
Menebas sebuah pohon besar rindang berdaun hijau.
Membuat tumpukan daun hijau untuk menangkap tubuhnya sendiri.
"Sialan!! Apakah separah itu??" Hal itu membuat Ge Xiaolun tidak bisa menahan diri untuk mengumpat.
Leng sama sekali tidak peduli akan hal itu. Membiarkan seorang pecundang, terutama seorang pecundang dengan pikiran kotor yang gemar mengintip rok wanita, menangkapnya, itu sama saja membiarkan orang lain mengambil keuntungan darinya.
Lebih baik jatuh saja ke tanah....
Bruk!
Dia jatuh di atas tumpukan daun hijau....
Dengan nada yang tergesa-gesa dan tak bertenaga, dia berkata, "Ma... Yang Mulia Kesha! Terputus..... koneksinya."
"Apa??" Wajah Ge Xiaolun berubah drastis, dalam hati berpikir, yang benar saja?
Bukankah tadi malam kau menjamin bahwa Yang Mulia Kesha pasti akan melindungi Bumi?
Sekarang....
Ratu kalian terputus koneksinya?
Tamat?
Bukankah itu berarti Bumi telah kehilangan perlindungannya?
Sialan??
Ratu macam apa ini?
Begitu rapuh dan tidak berguna kah?
Sialan!!
Leng melanjutkan, "Cepat..... cepat pergi! Jika Atuo datang menyergap kita sekarang.... kurasa.... aku!!"
Kris kras!!
Namun, perkataannya seolah menjadi kenyataan....
Sesaat setelah Leng mengucapkan kata-kata itu.
Seketika muncul aura yang sangat membara dan berdarah menyerbu dari segala penjuru.
Diiringi oleh tiupan angin hitam.
Sesosok bayangan iblis besar perlahan turun dari langit, dan berkata dengan nada sangat jengkel, "Ratu masih tidak percaya padaku... menyuruhku menemukan kalian saat kalian berada di titik paling lemah."
"Yaitu saat pemimpin kalian..... Kesha, dihabisi."
"Tentu saja, sebagai taktik, ini sudah benar."
"Dan kau....."
"Bukan orang yang ingin kutemukan.... Yan! Di mana Yan??"
Atuo memperlihatkan ekspresi marah di wajahnya. Tubuhnya kini jauh lebih besar dibanding sebelumnya, penampilannya juga tampak jauh lebih matang, dan aura haus darah di tubuhnya seolah telah berubah menjadi daya tarik maskulinnya.
Hal ini membuat Leng tertegun sejenak.
Sementara Snaefell, melihat kemunculannya, berteriak panik, "Ya..... itu dia! Dialah Iblis Pedang Kuno.... dialah yang menghancurkan kampung halaman kami!!"
"Kau rupanya?? Orang yang babak belur dihajar Lao Mu waktu itu??" Ge Xiaolun bukanlah kali pertama melihat Atuo. Meskipun bentuk tubuh Atuo telah berubah, wajah itu....
Ia masih samar-samar mengingat adegan konfrontasi antara Atuo dan Mu Xuan di Kapal Juxia.
Meskipun ia tidak menyaksikannya dengan mata kepala sendiri...
Melainkan menemukannya dari rekaman pengamatan...
Namun, saat Atuo bertarung melawan Mu Xuan kala itu, mereka bertarung seimbang.
Bahkan Atuo berada di pihak yang terdesak.
Hingga terpaksa menggunakan beberapa cara licik untuk mengalihkan perhatian Mu Xuan.
Dan begitu Mu Xuan tersingkir, dia segera kembali ke Kapal Juxia.
Bersikap seperti seorang pengecut.
Kalau tidak bisa melawan, bermain kotor.
Menindas orang lain.
Atuo sepertinya melupakan Snaefell. Menghadapi ucapan Ge Xiaolun ini, seolah menyentuh titik terendahnya, dia berkata dengan penuh kemarahan, "Ge Xiaolun..... kau mencari mati!!"
"Cih.... Mencari mati?? Sialan, kaukah yang mencari mati?? Waktu itu kau kabur setelah dihajar habis-habisan oleh Lao Mu..... Orang yang tidak tahu mungkin mengira kau menang. Padahal kenyataannya...."
"Kau sangat ketakutan setengah mati...."
"Padahal, kau juga pernah bertarung melawan Lao Mu."
"Dan dibantai habis-habisan!!" Ge Xiaolun justru meremehkannya, terus memprovokasinya dengan nada menghina.
Atuo murka, tubuhnya bergetar hebat, "Keparat kau..... akan kucincang kalian semua!! Tidak ada yang tersisa..... Meskipun Ratu telah berpesan agar bocah sepertimu tidak boleh mati!"
"Aku... hanya akan menyisakan separuh nyawamu!!"
"Hah??" Ge Xiaolun merasa bingung.
Sementara itu, Leng yang berada di atas tumpukan daun hijau melihat Atuo tampak begitu sensitif terhadap nama Mu Xuan, bangkit berdiri dan mencibir padanya, "Kalau begitu caranya...."
"Bahkan manusia Bumi saja tidak bisa kau menangkan??"
"Hanya begini?"
"Masih berani menyebut diri sebagai Iblis Pedang Kuno?"
"Kulihat kau ini Badut Kuno, ya?"
"Pft....."
"Sedangkan Yang Mulia Kesha hanya terputus koneksinya saja.... akan ada orang yang layak untuk menggantikan posisinya.... Kami bukanlah segerombolan domba tanpa pemimpin!"
"Terutama..... menghadapi seorang badut!"
"Kau..... makhluk yang arogan dan bodoh!! Mencari mati!!" Mendengar itu, setiap patah kata terasa menusuk hatinya, memaksanya mengenakan topeng badut, dan dengan penuh kemurkaan dia menerjang ke arah Leng.
Mu Xuan lagi-lagi Mu Xuan.
Apakah Mu Xuan itu ayahmu, hah?
Memang benar....
Aku dulu tidak bisa mengalahkannya.
Tetapi aku yang sekarang juga memiliki tubuh dewa generasi ketiga.
Jika bertemu dengannya lagi, dia belum tentu bisa menang dengan mudah seperti sebelumnya.
Apalagi....
Kita bahkan belum bertemu.
Kalian sudah begitu sombong....
....
Pada saat yang sama....
Di luar lapisan atmosfer Ferezer.
Di dalam pesawat ruang angkasa para malaikat...
Yan, sama seperti Leng, juga menerima gelombang otak yang serupa.
Membuatnya merasa tidak nyaman.
Bahkan sempat mual-mual.
"Ugh!!" Yan menundukkan kepalanya, terengah-engah....
Mu Xuan melepas sabuk pengamannya, mendekati Yan, menepuk punggungnya dengan lembut, lalu mengelus perut kecil Yan yang terasa empuk itu, dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Ini sepertinya anak laki-laki..... Hmm!! Lumayan."
"....."