Bab Empat Puluh Sembilan: Rencana Prajurit Super
Setelah Qi Lin menutup telepon, Yi He menerima panggilan dari Lian Feng yang memintanya pergi ke Kapal Raksasa. Yi He pun langsung mengubah haluan dan terbang menuju kapal itu. Ia melaju secepat kilat, melewati batas kecepatan suara. Untungnya, Yi He telah mengaktifkan penghalang ruang hampa sehingga radar satelit tidak dapat mendeteksinya. Jika tidak, di saat genting seperti ini, kehadirannya bisa menimbulkan kepanikan.
Begitu mendekati Kapal Raksasa, Yi He menghubungi pusat komunikasi kapal lalu mendarat di geladak. Qi Lin sudah menunggu di sana!
“Qi Lin sayang, aku sangat merindukanmu!”
“Ya, aku juga!”
Setelah berpelukan, Yi He dan Qi Lin berjalan bersama menuju ruang rapat. Seluruh anggota Pasukan Pahlawan sudah berkumpul di sana, begitu pula Du Ka Ao dan Lian Feng.
Rapat itu sebenarnya tidak terlalu penting. Intinya, hari ini Ke Sha menuduh Du Ka Ao memindahkan Yi He karena alasan pribadi, sehingga Du Ka Ao ingin memberi klarifikasi. Namun, Yi He sendiri terlihat santai dan tidak mempersoalkannya.
Ia berkata kepada Du Ka Ao, “Sebenarnya aku cukup suka dengan keadaanku sekarang. Kalau tidak percaya, silakan tanya Kepala Lian Feng. Banyak masalah teknis yang kubantu selesaikan!”
Ketika Du Ka Ao bertanya apakah Yi He ingin kembali bergabung dengan Pasukan Pahlawan, Yi He menolaknya. Dulu Du Ka Ao sendiri yang memintanya pergi, sekarang mau memintanya kembali tentu saja tidak semudah itu.
Setelah rapat selesai, Yi He sempat berbincang-bincang dengan Qi Lin dan rekan-rekan Pasukan Pahlawan, lalu pamit meninggalkan Kapal Raksasa.
Kembali ke laboratorium di markas, Yi He mencari penanggung jawab markas dan mengajukan sebuah proposal rencana prajurit super.
Inti dari rencana itu, Yi He hendak mengembangkan gen super yang sesuai dengan tentara Tiongkok, sebagai persiapan untuk pertempuran ke depan.
Yi He telah bekerja lama di markas ini untuk membangun reputasi. Kini kemampuan risetnya sudah diakui negara, sehingga proposalnya dengan cepat diajukan ke pemerintah.
Tak butuh waktu lama, rencana itu pun mendapat persetujuan. Yi He yang semula berada di bawah unit Akademi Dewa kini langsung berada di bawah unit pusat negara dan mendapatkan laboratorium eksklusif.
Semua perkembangan ini juga diketahui oleh Du Ka Ao. Ia sangat kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya ia hanya bisa memfokuskan perhatian pada Pasukan Pahlawan.
Yi He menatap laboratorium barunya dengan penuh kepuasan.
...
“Lapor, Komandan Regu Satu Pasukan Serigala Liar, Xiang Qian, melapor kepada Anda!”
“Kalian dari Pasukan Serigala Liar?”
“Lapor, kami dari Pasukan Serigala Liar!”
“Bagus, sudah tahu tempat tinggal kalian? Ajak mereka ke asrama dulu!”
“Siap!”
Melihat tujuh anggota Pasukan Serigala Liar itu berlalu, Yi He tersenyum. Tak disangka, ia lebih dulu bertemu dengan Pasukan Serigala Liar di sini. Dalam ingatannya, Qi Lin dulu pernah bersama mereka dalam misi penyelamatan Liu Chuang di barat daya.
Tak lama kemudian, mereka pun selesai membereskan barang-barang dan berkumpul di lapangan.
“Perkenalkan, aku Yi He, Prajurit Penakluk Iblis, kini juga salah satu penanggung jawab di markas ini. Kalian tahu tujuan kalian di sini?”
“Tahu!”
Meskipun ketujuh orang ini manusia biasa, tidak seperti Pasukan Pahlawan yang sudah menjadi prajurit super, aura mereka sangat kuat, bahkan bisa menandingi Pasukan Pahlawan.
Menurut Yi He, merekalah prajurit terbaik: berani, bersemangat, dan benar-benar berpengalaman dalam pertempuran.
Dalam peperangan antarperadaban di galaksi, yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan, peluang untuk bertarung setara dengan musuh.
Kini, Yi He siap memberi mereka kesempatan itu.
“Bagus, kalian semua luar biasa. Aku sangat yakin pada kalian. Tapi, tetap saja, kalian harus menjalani beberapa tes!”
Yi He mengayunkan tangan. Tiba-tiba muncul bayangan dirinya yang sama persis!
Para prajurit itu tertegun. Belum pernah mereka melihat hal seperti ini kecuali di film. Namun karena disiplin, mereka tetap diam.
“Kalian penasaran, kan? Jawab aku.”
“Ya!”
“Bagus kalau penasaran. Inilah kekuatan gen super, juga kekuatan teknologi. Pasukan Pahlawan adalah para prajurit seperti ini. Tapi mulai hari ini, kalian pun bisa memiliki kekuatan yang setara!”
“Lapor!”
“Bicara!”
“Apakah kami benar-benar bisa?”
“Kalau aku bilang bisa, berarti bisa! Sekarang aku ingin menguji kemampuan kalian! Kalian bertujuh, serang dia!”
Yi He menunjuk bayangannya.
Ketujuh orang itu pun bergerak, begitu juga bayangan Yi He. Tak lama kemudian, mereka semua terkapar di tanah.
Bayangan Yi He menghilang, para prajurit pun bangkit kembali.
“Bagus sekali. Di mata orang biasa, kalian sudah hebat. Tapi itu belum cukup. Di masa depan, musuh kita adalah alien, iblis, bahkan dewa. Hari ini, aku akan membuka jalan bagi kalian menjadi prajurit gen.”
Yi He mengeluarkan tujuh butir kapsul, sebenarnya adalah versi sederhana dari gen super. Setelah menelannya, proses penyatuan gen dimulai, meski tidak langsung membuat seseorang menjadi prajurit super generasi pertama.
Setiap tipe gen super tidak selalu cocok untuk semua orang. Biasanya, proses penyatuannya hanya sebagian, sisanya harus dioptimalkan secara bertahap dari generasi ke generasi.
Para prajurit Pasukan Pahlawan saat ini pun telah mengalami penyempurnaan gen selama ratusan bahkan ribuan tahun hingga akhirnya bisa cocok seperti sekarang.
Kapsul gen yang diberikan Yi He adalah hasil eksperimennya setelah meneliti gen manusia Tiongkok, agar bisa cepat membentuk pasukan super berskala besar, bahkan mendorong evolusi seluruh peradaban Tiongkok.
Meskipun disebut percobaan, kapsul-kapsul ini tidak punya efek samping. Yang terpenting, apakah tubuh mereka bisa benar-benar menyatu dengan gen tersebut.
Kapsul ini memperkuat tubuh. Meskipun belum sampai setara baja, mereka tak perlu takut lagi pada senjata tajam biasa. Kekuatan, kecepatan, dan kemampuan pulih juga meningkat—sekitar setengah dari efek gen super generasi pertama.
Ketujuh orang itu saling berpandangan tanpa ragu. Sejak berangkat ke sini, mereka sudah menerima perintah dan paham tujuan mereka.
Yi He membawa mereka ke laboratorium, di mana banyak alat siap mencatat data mereka setelah meminum kapsul itu.
Dimulai dari komandan regu.
Begitu kapsul masuk ke mulut, langsung larut. Ia bahkan tidak sempat merasakan rasanya.
Mesin segera melakukan pemindaian.
“Xiang Qian, bagaimana perasaanmu?”
“Lapor, rasanya hambar, tapi tubuhku terasa panas!”
Xiang Qian merasa seakan-akan tubuhnya terbakar. Alat monitor menunjukkan suhu tubuhnya mencapai tiga puluh sembilan derajat Celsius.
“Ada keluhan lain? Kalau ada, segera bilang.”
“Aku tidak apa-apa!”
Xiang Qian merasa selain panas, otot-ototnya mulai pegal. Untung dia sedang berbaring, kalau tidak pasti sudah tak kuat berdiri.
Selain pemantauan alat, Yi He juga memantau dengan Roda Langit.
Deretan angka data tubuh Xiang Qian terus bergerak.
Setengah jam kemudian, Xiang Qian seperti baru saja keluar dari air, seluruh tubuhnya basah kuyup dan merasa sangat lemas.
Yi He segera mengeluarkan satu butir kapsul energi—hanya bisa diserap oleh mereka yang telah memiliki gen super—untuk memulihkan tenaganya.
Sebab proses penyatuan gen juga menguras banyak energi.