Bab 48 Dipromosikan Menjadi Kepala Perwakilan
"Wah!"
"Tulisan di atas menunjukkan batu giok hijau jenis es!"
"Sudah jelas pemuda ini yang benar, terbukti memang mereka yang sengaja menukar barangnya!"
"Sungguh keji dan tidak tahu malu!"
"..."
Banyak orang berseru dengan penuh kemarahan yang meluap-luap. "Orang-orang yang suka bermain curang seperti ini adalah tipe yang paling pengecut dan paling tidak tahu malu!"
"Betul sekali, orang seperti inilah yang paling tidak tahu malu!"
"Hehe," Lu Tian tersenyum kecil, lalu berkata, "Kalah taruhan harus siap menanggung akibatnya. Bukankah kau harus menepati janji taruhanmu tadi, Nak?"
Bawahan yang sedang bersiap di lantai itu memiliki wajah yang agak pucat. "Kau, kau tidak menyuruhku untuk menampar, menampar..."
"Tentu saja, kan tadi kau sendiri yang sudah menyetujuinya, tampar Pimpinan Yang," kata Lu Tian sambil tersenyum mengejek.
Bukankah hubungan kalian sangat dekat? Yang satu menjadi bos dan yang satunya menjadi anak buah. Aku ingin melihat apakah hubungan kalian masih bisa sebaik ini setelah kalian saling menampar!
Wajah sang bawahan semakin memucat, bahkan beberapa tahi lalat di wajahnya tampak hampir berubah menjadi putih. "Bagaimana kalau aku tidak mau menamparnya?"
"Tidak masalah, aku tinggal menendangmu saja," kata Lu Tian sambil tersenyum, lalu mendaratkan kakinya tepat di samping kepala pria itu.
Dengan suara *krek*, lantai di sana bahkan sampai retak!
Bawahan bertahi lalat itu ketakutan hingga seluruh tubuhnya gemetar. "Baik, aku akan menamparnya, aku akan menamparnya sekarang!"
Menyinggung Yang Ye paling-paling hanya akan membuatku kehilangan pekerjaan dan kabur menyelamatkan diri. Bukankah di luar sana masih banyak bos lain yang bisa diikuti?
Namun, jika kepala ini ditendang oleh Lu Tian, kalaupun tidak sampai mati, aku pasti akan menderita gegar otak parah dan menjadi orang bodoh!
Memikirkan hal itu, ia langsung bangkit merangkak dan berjalan menghampiri Yang Ye. "Pimpinan Yang, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak mau mati."
"Kau, beraninya kau coba-coba menyentuhku!" Wajah Yang Ye berubah drastis, lalu berteriak dengan penuh amarah. "Keparat ini kan... ah!"
Belum sempat kata-katanya selesai, bawahan bertahi lalat itu sudah melayangkan sebuah tamparan ke wajahnya.
"Kau!?" Yang Ye menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Bawahan bertahi lalat itu berkata, "Maafkan aku, Pimpinan Yang. Aku juga tidak punya pilihan lain selain melakukan ini. Anggap saja urusan kita sudah selesai sampai di sini."
"Lagi pula, bukankah Anda juga yang menyuruh saya menyetujui taruhan itu sebelumnya?"
"Persetan denganmu!" Yang Ye tentu saja tidak terima. Ia langsung menerjang maju dan menghujani bawahannya dengan pukulan brutal! "Kubunuh kau, keparat!"
"Pimpinan Yang, ah, Pimpinan Yang, jika Anda terus begini, aku akan melawan balik ya! Ah! Aku juga akan melawanmu sampai mati!" teriak bawahan bertahi lalat itu seraya balas memukulinya dengan beringas.
Beberapa saat kemudian, wajah kedua orang itu sama-sama babak belur, membuat mereka kehilangan muka di hadapan semua orang.
Lu Tian tersenyum dan berkata, "Orang-orang seperti ini sudah tidak layak lagi menjabat sebagai pimpinan penilai pusaka di sini. Bingxue, bagaimana kalau kita pecat saja mereka berdua?"
Sejak awal ia sudah melihat bahwa orang-orang ini memiliki hubungan yang sangat buruk dengan Lin Bingxue dan sama sekali tidak bisa diperintah oleh wanita itu.
Orang-orang tidak berguna seperti itu hanya akan menjadi parasit yang menghabiskan gaji buta di perusahaan!
Lin Bingxue bergumam singkat, "Baik, pecat semuanya!"
"Direktur Lin, Anda sedang bercanda, kan? Kalau saya dipecat, lalu siapa yang akan menilai pusaka untuk Anda!" Wajah Yang Ye berubah pucat. Ia buru-buru mendorong bawahan bertahi lalat itu menjauh dan langsung berteriak protes.
Lin Bingxue meliriknya sekilas dengan dingin, lalu menoleh kepada Lu Tian dan berkata, "Lu Tian, bersediakah kau menjadi pimpinan penilai pusaka di cabang perusahaan ini? Gaji pokok lima puluh ribu, ditambah berbagai macam bonus dan tunjangan."
"Tentu saja aku bersedia," jawab Lu Tian sambil tersenyum.
Lin Bingxue berkata, "Terima kasih."
"Sama-sama," balas Lu Tian tersenyum. Sekalipun dirinya memiliki mata dewa, mustahil baginya bisa menemukan pusaka berharga setiap hari. Menjabat sebagai kepala penilai pusaka di sini, lalu nanti tinggal melihat-lihat barang secara santai dan langsung menerima gaji lima puluh ribu setiap bulan, tentu saja merupakan tawaran yang sangat menggiurkan!
Meskipun ia tidak kekurangan uang, siapa yang akan menolak jika diberi lebih banyak uang?
Sekecil apapun itu, rezeki tetaplah rezeki!
Melihat keduanya mengobrol dengan begitu akrab, Yang Ye menjadi sangat murka. "Kau, berani-aninya memecatku! Direktur Lin, apa kau sudah memikirkan akibatnya?"
"Akibat apa?" tanya Lin Bingxue datar.
Yang Ye mendengus. "Aku ini orang dari paman keduamu! Memecatku sama artinya dengan menggoyangkan posisinya, dia pasti tidak akan tinggal diam dan melepaskanmu begitu saja!"
"Memangnya kalau aku tidak memecatmu, dia akan tinggal diam?" ucap Lin Bingxue.
Yang Ye seketika tertegun, membuka mulutnya, namun tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk waktu yang lama.
Situasi internal keluarga Lin saat ini semakin memburuk. Jika bukan karena Lin Bingxue yang bekerja bagaikan petugas penyelamat darurat, berlari kesana-kemari setiap hari demi memberikan kontribusi dan menyelesaikan berbagai masalah bagi keluarga ini, keluarga Lin pasti sudah lama tercerai-berai.
"Sudahlah, mulai sekarang Lu Tian adalah pimpinan penilai pusaka di perusahaan kita. Segala urusan harus dijalankan sesuai dengan perkataannya." Sepasang mata indah Lin Bingxue berputar perlahan, menyapu pandangannya ke seluruh orang yang hadir di sana, lalu melanjutkan, "Apakah ada di antara kalian yang keberatan?"
"Tidak ada, kami mendukung Direktur Lin!" ucap orang-orang dari kubu netral bergantian.
Yang Ye tadinya masih ingin melontarkan beberapa kalimat ancaman, tetapi begitu melihat tatapan mata Lu Tian tertuju padanya, hatinya mendadak ciut. Ia pun hanya bisa berkata, "Huh, kita lihat saja nanti!"
Selesai berkata demikian, ia langsung ngibrit pergi dengan rasa malu.
Para bawahannya yang lain pun ikut berlari keluar dengan panik.
Tanpa keberadaan mereka bertingkah, perusahaan tetap dapat beroperasi seperti biasa.
Lin Bingxue menoleh kepada Lu Tian dan berkata, "Lu Tian, merepotkanmu soal kejadian tadi."
"Jangan sungkan, itu hanya masalah sepele," jawab Lu Tian tersenyum. "Ngomong-ngomong, bagaimana sebaiknya urusan ini diurus?"
"Aku harus perjelas dulu sebelumnya, menyerahkan urusan menilai pusaka padaku sama sekali bukan masalah, tetapi kalau menyangkut pekerjaan administrasi sehari-hari atau semacamnya, aku belum tentu bisa mengurusnya dengan baik."
Sebagai orang yang tahu kapasitas diri sendiri, Lu Tian belum pernah bekerja kantoran secara resmi sebelumnya, jadi mana mungkin ia tahu cara mengurus dokumen atau pekerjaan semacam itu?
Oleh karena itu, ia harus menjelaskannya terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.
Lin Bingxue meliriknya sekilas lalu berkata, "Kau adalah pimpinan penilai pusaka, kau memiliki wewenang untuk mengangkat atau memberhentikan seorang karyawan guna dijadikan sebagai sekretarmu, atau kau bisa merekrut sekretaris baru sendiri untuk membantumu menangani pekerjaan yang berkaitan dengan dokumen."
"Selama gajinya tidak melebihi delapan ribu per bulan, semuanya tidak masalah."
"Soal apakah nantinya gaji itu akan dinaikkan atau tidak, itu terserah keputusanmu sendiri."
"Baiklah, Bingxue," jawab Lu Tian sambil tersenyum mengangguk. Sungguh luar biasa jika ia memiliki seorang sekretaris.
Tidak ada pekerjaan bisa menyuruh sekretaris, ada urusan sekretaris yang maju.
Bagus, hari-hari seperti ini sungguh menyenangkan!
"Kalau begitu, aku akan pergi merekrut sekretaris sekarang."
"Silakan." Lin Bingxue melirik jam tangannya, lalu berkata, "Urusan di sini aku serahkan padamu, Lu Tian. Masih ada urusan lain di kantor pusat, jadi aku harus pergi ke sana duluan."
"Baiklah, hati-hati di jalan," angguk Lu Tian.
Lin Bingxue melontarkan gumaman singkat, lalu membawa beberapa orang meninggalkan kantor cabang tersebut. Tujuan utamanya membawa Lu Tian ke sini hari ini sudah tercapai.
Jika bukan karena kekhawatiran bahwa Lu Tian hanya sendirian dan akan kewalahan membagi tenaga, ia sebenarnya sangat ingin membawa Lu Tian berkeliling mengunjungi seluruh perusahaan cabang keluarga Lin yang berkaitan dengan penilai pusaka.
Melihat wanita itu telah pergi, orang-orang di ruangan itu berbondong-bondong mendekati Lu Tian.
Terutama beberapa karyawati wanita, mereka tampak sangat berharap bisa dipilih oleh Lu Tian untuk menjadi sekretarisnya.
"Pimpinan Lu, aku bisa melakukan apa saja dan tahan banting dalam situasi apa pun. Entah apakah aku memiliki kehormatan untuk menjadi sekretaris Anda?" seorang gadis berambut pendek yang cantik berjalan mendekat dan bertanya.