Bab 31 Menegakkan Wibawa
Halaman (1/3)
“Suamiku!”
Melihat keadaan itu, Hu Yufen buru-buru menerjang maju hendak menahan Shen Yuan, tetapi dua orang petugas menahannya.
“Kami menjalankan perintah untuk menangkap seseorang. Jika kau menghalangi, jangan salahkan kami bila bertindak kasar!”
Salah seorang petugas memandang Hu Yufen dengan tatapan garang.
Shen Yuan sendiri belum tahu alasan penangkapannya, tetapi ia sadar bahwa saat seperti ini bukan waktunya bertindak gegabah. Ia menoleh kepada Hu Yufen dan berseru, “Jangan gegabah, Istriku. Carilah bantuan!”
Paman Bisu yang berada di samping mereka juga segera mendekat. Setelah membuat beberapa gerakan dengan tangannya, ia bergegas meninggalkan halaman kecil itu.
Di jalan setapak di ujung desa, beberapa petugas menggiring Shen Yuan menuju Kota Yunshui.
Dari belakang, Paman Bisu datang tergesa-gesa sambil menuntun seekor keledai. Lu Zhiyuan duduk di punggung keledai itu.
“Harap tunggu sebentar.”
Mendengar suara Lu Zhiyuan, para petugas menoleh dengan heran.
“Orang tua, kami menjalankan perintah untuk menangkap seseorang. Jangan mencari masalah sendiri.”
Mereka jelas tidak mengetahui identitas Lu Zhiyuan. Melihat lelaki tua itu mengejar dengan menunggang keledai, mereka pun mengerutkan kening.
Lu Zhiyuan melirik mereka sekilas, lalu turun dari keledai.
“Aku tidak bermaksud menghalangi kalian menjalankan penangkapan. Namun, hukum Dinasti Dayu menetapkan bahwa ketika menangkap seorang tersangka, kesalahannya harus diberitahukan.”
“Bolehkah aku bertanya, kejahatan apa yang dilakukan Shen Yuan?”
Sejak Shen Wenyen berguru kepadanya, selama lebih dari setahun bergaul, Lu Zhiyuan dapat melihat bahwa Shen Yuan adalah orang yang rajin dan bersungguh-sungguh. Sekalipun hidupnya sulit, belum tentu ia akan melakukan kejahatan.
“Hm!”
Pemimpin para petugas itu mendengus dingin ketika Lu Zhiyuan mengungkit hukum Dinasti Dayu.
“Karena kau bertanya, akan kami beri tahu.”
“Hukum Dinasti Dayu menetapkan bahwa rakyat jelata yang merusak hutan secara pribadi atau menebang pepohonan secara berlebihan telah melakukan kejahatan berat.”
Merusak hutan secara pribadi?
Shen Yuan sedikit mengernyit. Ia benar-benar tidak mengetahui hal itu.
Lagipula, hutan tersebut adalah milik keluarganya. Bukankah ia bebas menebangnya sesuka hati? Mengapa hal itu dianggap melanggar hukum?
Ia menatap Lu Zhiyuan, memohon bantuan. Namun, lelaki tua itu hanya mengerutkan kening tanpa berkata apa-apa. Jelas, perkara ini memang benar adanya.
“Orang tua, masih ada pertanyaan lain?”
Melihat Lu Zhiyuan terdiam, petugas itu bertanya sambil mencibir.
Lu Zhiyuan tetap tidak berkata apa-apa. Ia hanya bisa menyaksikan Shen Yuan digiring pergi.
“Eh—eh—”
Di sampingnya, Paman Bisu membuat gerakan dengan penuh kegelisahan.
Lu Zhiyuan mengelus janggutnya dan berpikir sejenak.
“Jangan terburu-buru. Masih ada jalan untuk membalikkan keadaan.”
“Kita pulang dulu.”
Sementara itu, Hu Yufen telah meminta bantuan Wang Ying untuk menjaga anak-anak, lalu menyusul ke ujung desa.
Kebetulan ia bertemu Lu Zhiyuan di sana. Ia segera menghampirinya.
“Guru…”
Halaman (2/3)
Lu Zhiyuan menghela napas.
“Shen Yuan ditangkap karena menebang hutan dan melanggar hukum Dinasti Dayu.”
Wajah Hu Yufen seketika memucat.
“Lalu… Guru, apa yang harus kami lakukan sekarang?”
“Nyonya, jangan cemas dahulu. Setelah pulang, aku akan menulis sepucuk surat. Masih ada jalan untuk membalikkan keadaan.”
Mendengar itu, Hu Yufen hanya bisa mengangguk.
Ia sangat memahami bahwa jika Guru Lu saja tidak mampu berbuat apa-apa, jaringan kenalan keluarganya sendiri sama sekali tidak akan banyak berguna.
Ketika ia pulang dengan langkah gontai, Zhao Shuan juga tiba di halaman.
“Adik Ipar, di mana A-Yuan?”
Hu Yufen menggeleng pelan. Kemudian, seolah teringat sesuatu, ia segera menoleh kepada Zhao Shuan.
“Kakak Shuan, tolong pergi ke perguruan silat di kota dan beri tahu Ketua Huang bahwa A-Yuan telah ditangkap.”
Sebelumnya, ia telah mendengar bahwa Huang Yunxiao, kakak Huang Qingzhou, dipindahkan untuk menjabat sebagai kepala keamanan Kabupaten Anyang.
Kini Shen Yuan telah ditangkap. Walaupun Guru Lu sudah berjanji akan mencari jalan keluar, hal itu tetap membutuhkan waktu.
Penjara kantor kabupaten adalah tempat yang kejam, tempat orang bisa masuk tanpa pernah keluar dengan utuh. Jika seorang tahanan tidak diberi perhatian dan uang pelicin yang cukup, ia pasti akan mengalami penderitaan.
Selama ini Shen Yuan memang enggan berutang budi terlalu banyak kepada orang lain, tetapi sekarang ia sudah tidak punya pilihan.
Mendengar itu, Zhao Shuan tidak berani menunda. Ia segera menjawab dan berlari keluar halaman.
Pada jam kesembilan malam, ia tiba di depan perguruan silat dengan napas terengah-engah.
Huang Qingzhou, Huang Lingxiu, dan Shen Wenxing, yang telah menerima kabar tersebut, segera keluar dari perguruan silat.
“Paman, sebenarnya apa yang terjadi pada Ayah?”
Mendengar ayahnya ditangkap petugas, Shen Wenxing sangat cemas.
“Batu, jangan panik. Dengarkan dulu penjelasan pamanmu,” ujar Huang Qingzhou menenangkannya.
Zhao Shuan menarik napas, lalu menceritakan garis besar kejadian tersebut.
Namun, ia sendiri tidak tahu pasti alasan Shen Yuan ditangkap.
Setelah mendengar penjelasannya, Huang Qingzhou berpikir sejenak.
“Begini saja. Aku akan pergi ke ibu kota Kabupaten Anyang dan menanyakan hal ini kepada Paman Besarmu, Yunxiao.”
“Batu, pulanglah bersama Zhao Shuan ke Desa Jinliu. Jagalah ibumu baik-baik dan jangan biarkan ia terlalu khawatir.”
Shen Wenxing mengangguk, lalu merapatkan kedua tangan di depan dada sebagai tanda hormat.
“Terima kasih atas bantuan Paman.”
Kediaman Keluarga Su di Kabupaten Anyang.
Su Jinghong menatap Su Jingshan yang duduk di hadapannya.
“Kakak, hukuman karena penebangan hutan secara liar tidak akan mampu menghancurkan pemuda itu. Bagaimana kalau kita…”
Su Jingshan meliriknya.
“Kau ingin aku menyiksa dan memaksanya mengaku, lalu menuduhnya dengan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan?”
Su Jinghong mengangguk berkali-kali.
“Bodoh!”
“Utusan pengawas dari Badan Pengawasan Ibu Kota sedang berada di Wilayah Yunzhong. Demi menghadapi seorang rakyat jelata, apakah kau ingin mempertaruhkan karier Kakakmu?”
Setelah ditegur, wajah Su Jinghong menegang. Kilatan ketidakpuasan tampak di matanya.
Halaman (3/3)
Saat ini, ia sangat ingin menjatuhkan kejahatan berat kepada Shen Yuan, bahkan berharap seluruh keluarganya diasingkan.
“Kalau begitu, seberapa berat hukuman untuk penebangan hutan secara liar?” tanya Su Jinghong.
“Denda seratus tahil perak dan hukuman penjara dua tahun. Itu hukuman maksimalnya,” jawab Su Jingshan datar.
“Seringan itu?”
Su Jinghong tidak dapat menahan diri untuk bergumam.
“Hukuman itu tidak penting. Yang kuinginkan adalah menyampaikan sikapku kepada Shen Yuan.”
“Lagipula, ia memiliki Guru Lu di belakangnya. Pada akhirnya, perkara ini mungkin akan berakhir tanpa hasil.”
Su Jinghong tidak mengerti.
“Kakak sudah bertindak sepenuhnya sesuai hukum. Apakah perkara ini masih bisa dibatalkan?”
Shen Yuan adalah tulang punggung keluarganya. Jika didenda seratus tahil perak dan dipenjara selama dua tahun, seluruh keluarganya pasti kehilangan sumber penghasilan. Mereka tidak akan mampu bertahan, terpaksa menjual sawah dan ladang, lalu jatuh menjadi rakyat miskin yang menggarap tanah orang lain. Seumur hidup pun mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.
“Ah!”
Menatap adiknya, Su Jingshan menghela napas panjang.
“Beberapa hari lalu, aku bertemu Liang Kaiyuan dari Apotek Keluarga Liang. Putri bungsunya sebaya dengan Chang’er, dan ia tampaknya ingin menjalin hubungan dengan keluarga kita. Setelah ini, pindahlah kembali ke kota kabupaten. Biarkan Chang’er lebih sering bergaul dengan putri bungsu Keluarga Liang.”
Mendengar hal itu, Su Jinghong langsung tercengang.
“Putri bungsu Keluarga Liang?”
“Bagaimana mungkin putri seorang pedagang rendahan pantas untuk… putra kita, Chang’er?”
Baru setengah kalimat ia ucapkan, tatapan tajam Su Jingshan sudah menghentikannya.
“Sebagai seorang ayah, kau sendiri paling tahu seperti apa tabiat Su Chang.”
“Perkara ini selesai sampai di sini. Jangan membuat masalah lagi untukku.”
Setelah berkata dingin, Su Jingshan mengibaskan lengan bajunya dan meninggalkan ruangan.
Ia sudah melihat bahwa perkembangan keluarga tidak dapat diharapkan dari keponakannya itu.
Keluarga Liang memang hanya berstatus pedagang, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, seni bela diri berkembang pesat di Dinasti Dayu dan bisnis Keluarga Liang pun semakin maju. Karena tidak berhasil menjadikan Keluarga Huang sebagai besan, menjalin hubungan dengan Keluarga Liang tetap merupakan pilihan yang cukup baik.
Kantor Kepala Keamanan Kabupaten Anyang.
Ketika Huang Qingzhou tiba, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat seperempat malam.
Kedua bersaudara itu bertemu. Setelah mendengar penjelasan Huang Qingzhou, Huang Yunxiao mengerutkan kening dalam-dalam.
“Ini pasti ulah si tua bangka Su Jingshan.”
“Guru Lu berada di Desa Jinliu. Jika para petugas mampu membawa Shen Yuan pergi, tampaknya Su Jingshan benar-benar telah menemukan kelemahan yang bisa digunakan untuk menjebaknya.”
“Jangan cemas dulu. Menginaplah di kantor kabupaten. Besok aku akan mencari tahu masalah ini.”
Huang Qingzhou mengangguk. Ia hanya bisa menunggu dan melihat apa yang terjadi esok hari.