Bab Dua Puluh Lima: Kecantikan Peringkat Unggu Tingkat Delapan (Bagian Tiga)
Meskipun kekuatan Angel sangat luar biasa menakutkan, tubuhnya terasa begitu lembut. Hanya saja, sangat disayangkan posisi Ye Yinzhu saat ini sama sekali tidak nyaman.
Tidak lama kemudian, Angel tiba-tiba berhenti. Sosoknya berputar dengan indah di udara sebelum mendarat di atas tanah. Di sekitar mereka terdapat sebuah hutan. Ye Yinzhu dapat memastikan bahwa mereka kini sudah tidak lagi berada di dalam Kota Milan. Mengenai di mana mereka berada sekarang, dia pun sama sekali tidak mengetahuinya.
Angel mencengkeram salah satu bahu Ye Yinzhu, lalu menatap Anya yang melayang turun mendarat di tanah sedetik setelahnya. "Jangan coba-coba bertindak gegabah, atau aku tidak bisa menjamin keselamatan kekasih kecilmu ini."
"Dia bukan kekasihku, dia hanya pegawai yang aku sewa. Biarkan dia pergi," ucap Anya dengan tatapan dingin tertuju pada Angel.
Angel tersenyum tipis. "Benarkah bukan? Namun, saat dia memainkan musiknya tadi, aku melihat ekspresi fokus yang belum pernah kulihat sebelumnya di wajahmu. Tatapan matamu telah mengkhianatimu."
Kilatan tajam melintas di mata Anya. "Omong kosong apa yang kau katakan. Bagaimana mungkin aku ada apa-apa dengannya. Apakah kau lupa, sudah seberapa tua usia kita berdua?"
Angel berkata, "Aku tentu saja tidak lupa. Meskipun usia kita tidak lagi muda, jika dihitung secara proporsional, usia kita sebenarnya baru setara dengan sekitar usia tiga puluh tahun manusia, masih sangat muda. Sekalipun kekasih kecilmu itu kelak mati karena lanjut usia, kita pun tidak akan mengalami perubahan yang terlalu besar, bukan?"
"Kita manusia? Bukankah kau juga manusia?" tanya Ye Yinzhu dengan nada penasaran. Saat ini, yang bisa ia lakukan hanyalah berbicara.
Ekspresi wajah Angel berubah dingin. Mengabaikan Ye Yinzhu, dia berkata kepada Anya, "Aku memberimu kesempatan terakhir. Serahkan benda itu, maka aku akan mengembalikan kekasih kecilmu dan tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi mulai sekarang. Jika tidak, aku akan membunuhnya terlebih dahulu, lalu merbutnya langsung dari tanganmu."
"Tidak! Benda itu tidak akan pernah kuberikan kepadamu, kau sama sekali tidak layak mendapatkannya!" seru Anya penuh kebencian. Pada saat itu, seolah-olah teringat akan kenangan masa lalu yang menyakitkan, keanggunan di wajahnya yang sangat jelita lenyap seketika, menyisakan hawa dingin yang seolah mampu membekukan udara.
"Kalau begitu, aku tidak punya pilihan selain membunuhnya." Sambil berbicara, tangan Angel yang mencengkeram bahu Ye Yinzhu tiba-tiba mengencang. Kekuatan yang hampir mustahil untuk ditolak melesat keluar dengan liar. Energi khusus yang tampak seperti *douqi* sekaligus sihir itu seketika merasuk ke dalam tubuh Ye Yinzhu, seolah hendak merobek-robek tubuhnya berkeping-keping.
"Jangan!" seru Anya terkesiap, lalu menerjang maju secepat kilat.
Angel tidak berniat membunuh Ye Yinzhu secepat itu. Tenaga di tangannya sedikit dikendurkan, sementara tubuhnya membawa Ye Yinzhu mundur dengan kecepatan tinggi untuk menghindari terjangan Anya.
Aliran udara panas merambat dari seluruh persendian tubuhnya. Nyeri hebat di bahu tampaknya menjadi sumber yang memicu gelombang panas tersebut. Tenaga panas yang bergejolak tiba-tiba melonjak naik, membuat Ye Yinzhu menjerit keras hingga sepasang mata hitamnya berubah menjadi ungu pekat dalam sekejap. Angel merasakan tangannya mendadak licin, sementara bahu Ye Yinzhu tiba-tiba menjadi sangat keras sekaligus licin. Kekuatan penuh daya pantas meletus dari Perisai dewa Bulan, bercampur dengan aura khusus yang seketika memaksa tangan Angel terlepas dari bahu Ye Yinzhu.
"Eh?" seru Angel terkejut. Belum sempat dia bereaksi kembali, Anya sudah menerjang dengan seluruh kekuatannya. Telapak tangan kedua wanita itu bersentuhan seketika, diiringi suara ledakan keras saat keduanya sama sekali terdorong mundur ke belakang. Sialnya, Ye Yinzhu yang berada tidak jauh dari pusat benturan tersebut langsung terlempar jauh akibat gelombang kejut yang begitu kuat dan dahsyat.
Mendarat di atas tanah, Angel menatap tangannya dengan penuh kebingungan. Dia sama sekali tidak menyangka Ye Yinzhu mampu melepaskan diri dari cengkeramannya.
Perisai Dewa Bulan akhirnya mengerahkan kekuatannya berkat dorongan kekuatan mental Ye Yinzhu saat tubuhnya terpelanting di udara. Tubuhnya baru berhenti setelah menabrak beberapa pohon besar. Berkat perlindungan cahaya putih susu yang dipancarkan oleh Perisai Dewa Bulan, dia tidak mengalami cedera serius, hanya saja bahunya masih terasa sakit seolah hampir robek. Terutama energi yang sebelumnya dimasukkan Angel ke dalam tubuhnya, yang masih terus mengamuk tanpa henti. Untungnya, aliran panas tak dikenal di dalam tubuhnya terus melonjak naik dan secara bertahap meredam kekuatan destruktif tersebut.
Tanpa sadar, dia menarik Perisai Dewa Bulan yang menutupi tubuhnya dan melirik ke arah bahunya. Ye Yinzhu terkejut mendapati lapisan kristal berwarna ungu telah muncul di bahunya. Saat ini, warna kristal-kristal ungu itu perlahan-lahan memudar dan menyatu ke dalam tubuhnya.
Begitu terpelanting mundur dan mendarat di tanah, Anya sama sekali tidak berhenti. Tanpa memberi dirinya kesempatan untuk menarik napas, dia kembali melesat ke udara. Sosoknya berbayang menjadi tujuh wujud di udara, menyerang Angel dari berbagai arah yang berbeda. Pancaran cahaya yang keluar dari tubuhnya ternyata adalah cahaya ungu murni. Tingkat Ungu. Benar, Anya adalah seorang petarung tingkat tinggi berperingkat Ungu. Terlebih lagi, warna ungu di tubuhnya begitu pekat dan mendalam.
Angel mendengus dingin. "Masih berani bilang dia bukan kekasih kecilmu? Berjuang separah ini, bukankah karena kau takut aku melukainya? Apa yang tidak kau inginkan kulakukan, justru akan kulakukan." Kedua tangannya membuat lingkaran kecil di depan dada, sementara segumpal cairan ungu berputar pekat di depannya. Warna elemen ungu yang dikeluarkannya hampir sama persis dengan milik Anya, menunjukkan bahwa kekuatan kedua wanita itu tidak jauh berbeda.
Jika Ferguson berada di sini saat ini, dia pasti akan terkejut mendapati bahwa kedua wanita yang tampak begitu jelita dan muda ini ternyata sama-sama memiliki kekuatan tingkat Ungu tingkat delapan. Benar, mereka berada di tingkat Ungu tingkat delapan.
"Yinzhu." Jauh di lubuk jiwa, tarikan halus itu bergeming pada saat tersebut. Ye Yinzhu merasakan dengan jelas seolah-olah tubuhnya ditarik oleh sesuatu yang tak kasat mata dan tersedot seketika. Segala sesuatu di hadapannya langsung menjadi kabur, kekosongan terbentang di sekelilingnya, seolah-olah ada banyak sekali bayangan cahaya yang berlalu lalang di sisinya.
Tepat sesaat sebelum energi Anya dan Angel saling berbenturan, keduanya sempat menyaksikan pemandangan aneh: tubuh Ye Yinzhu yang terpelanting jauh ke kejauhan tiba-tiba memudar secara perlahan hingga lenyap sepenuhnya.
Ketika segala sesuatu di sekelilingnya kembali jelas, dia mendapati dirinya telah tiba di tempat yang asing. Udara terasa sangat dingin, setidaknya jauh lebih dingin daripada tempat asalnya semula. Tidak ada lagi hutan, yang ada hanya hamparan bukit tandus, bahkan sisa-sisa bercak salju masih tampak di permukaan tanah di kejauhan. Tempatnya berdiri saat ini adalah sebuah bukit kecil. Di sana ada satu orang lagi, seseorang yang sangat dikenal sekaligus dirindukan oleh Ye Yinzhu.
"Zi, di mana aku sekarang?" seru Ye Yinzhu dengan gembira sambil menatap sosok jangkung yang berdiri di sisinya. Ketidaknyamanan akibat perpindahan ruang sebelumnya telah lenyap tak bersasaran.
Zi menatap Ye Yinzhu. Tatapannya yang dalam dan tenang menyiratkan sedikit nada menegur. "Ini adalah Padang Rumput Kutub Utara. Yinzhu, saat menghadapi bahaya, kenapa kau tidak memanggilku? Kemarin begitu, hari ini pun begitu. Apakah kau masih menganggapku sebagai saudaramu?"
Pada saat ini, Ye Yinzhu akhirnya tersadar sepenuhnya. Ternyata Zi telah merasakan bahaya yang mengancam dirinya melalui ikatan takdir yang setara di antara mereka berdua, itulah sebabnya Zi memanggilnya ke tempat ini. Yang tidak diketahuinya adalah, untung saja hal itu terjadi. Pertarungan di tempat tadi melibatkan dua orang ahli puncak tingkat Ungu tingkat delapan, di mana kekuatan dari sisa gelombang pertarungan saja sudah lebih dari cukup untuk melukainya parah. Jangankan selamat, dia pasti akan mengalami cedera berat. Terlebih lagi, Angel telah menjadikannya sebagai target sasaran.
"Bukan begitu, Zi. Kita tentu saja bersaudara. Kemarin aku tidak memanggilmu karena aku yakin bisa mengatasi bahaya itu. Sedangkan apa yang terjadi tadi berlangsung begitu cepat sampai-sampai aku tidak sempat..." Sampai di sini, Ye Yinzhu menggaruk kepalanya karena merasa sedikit canggung.
Zi berkata tanpa daya, "Yinzhu, kau harus ingat. Kapan pun kau menghadapi bahaya, pastikan untuk memanggilku pada kesempatan pertama. Jangan ragu-ragu oleh apapun. Untung saja kali ini kau tidak sedang berada di tengah pertempuran, kalau tidak, sekalipun aku ingin memanggilmu untuk menyelamatkanmu, itu tidak akan mungkin lagi."
"Zi, lupakan dulu hal itu. Aku setidaknya bisa bertahan di sini selama satu jam, bukan? Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu hari ini, yang tadinya berencana akan kuberikan dengan memanggilmu ke tempatku malam nanti."