Bab Tujuh Belas: Rezeki Mendadak
"Su Yue'er, jangan terlalu keterlaluan!" saat itu Nyonya Hao mengepalkan tinju dan berkata pada Su Yue'er, "Kamu ingin mengambil mas kawin Qing'er, tapi lihat dulu kemampuanmu sendiri! Qing'er adalah pewaris darah keluarga Su, sedangkan kamu? Apakah kamu mewarisi sedikit pun?"
"Aku tahu aku tidak mewarisinya, kalau tidak aku tak akan dianggap sampah oleh kalian semua. Tapi sekarang aku menggantikan pernikahan, apa hubungannya dengan hal itu?"
"Tentu saja ada hubungannya!" Nyonya Hao melangkah maju, "Jika kau mewarisi darah keluarga, kau bukanlah sampah, kau akan menjadi Nona Kedua yang dihargai keluarga Su! Tapi kau tidak! Selama bertahun-tahun ini, meski kau tidak terlalu diperhatikan, bukankah kami keluarga Su yang membesarkanmu? Sebenarnya, kalau saja kau tidak kabur bersama Tuan Muda Qin... membuat masalah seperti ini, aku juga akan membesarkanmu sampai usia enam belas tahun, lalu mencarikanmu suami..."
"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?" Su Yue'er tak mengerti apa maksud Nyonya Hao.
"Aku ingin mengatakan, menggantikan kakakmu menikah adalah satu-satunya nilai yang kau miliki untuk keluarga Su sebagai sampah!" Nyonya Hao berkata dengan marah, "Apalagi, kau juga bermarga Su, bagaimana bisa kau mengincar mas kawin Qing'er! Dia adalah Nona Besar keluarga Su, kelak harus membawa kehormatan bagi keluarga Su!"
Keluarga Su...
Bahkan seorang pelayan pun mempertanyakan apakah dia layak dimakamkan di tanah keluarga Su kelak, pada saat seperti ini, Nyonya Hao malah ingin menekan dirinya dengan nama besar keluarga Su... Hmph, benar-benar mengira dia sama seperti dirinya yang dulu, peduli dengan keluarga ini?
Su Yue'er menatap Nyonya Hao dan tertawa dingin, lalu wajahnya berubah dingin, "Dengar-dengar, Nona Besar benar-benar sangat diharapkan oleh Anda, tapi sekarang, dia justru butuh 'sampah' seperti aku untuk menyelamatkannya! Bukankah itu berarti Nona Besar bahkan tidak sebaik aku yang kau sebut sampah?"
"Kamu..." Nyonya Hao tak menyangka dia begitu keras kepala, namun Su Yue'er sudah tak sabar berkata, "Cukup! Nenek, satu kata saja, mau kasih atau tidak? Kalau mau, kita lanjut bicara, kalau tidak, lubangnya masih ada, aku bisa lompat dan kalian bisa kuburkan aku!"
Ucapannya to the point, benar-benar memaksa Nyonya Hao untuk mengambil sikap. Wajah Nyonya Hao jelas sangat jelek, namun Su Qing malah menarik lengannya sambil terisak, "Nenek, tolong setujui saja! Qing'er tidak ingin masuk ke istana..."
Su Qing terlihat seperti bunga yang dilanda hujan, Nyonya Qin juga segera ikut memohon. Nyonya Hao melirik keduanya, lalu menatap Su Yue'er yang sama sekali tidak memberinya muka, akhirnya menggertakkan gigi, "Baik! Akan kuberikan, Nona Besar punya mas kawin seratus ribu tael, aku kasih padamu, puas?"
Mendengar itu, Su Yue'er langsung tersenyum pada Nyonya Hao, "Terima kasih, Nenek, sudah memperhatikan. Tapi agar aku mudah membawanya, seratus ribu tael emas itu aku mau dalam bentuk surat perak..."
"Emas?" suara Nyonya Hao langsung naik delapan oktaf, "Kamu sudah gila uang? Seluruh Kediaman Penjaga Negara pun tak punya seratus ribu tael emas!"
"Nenek, jangan bercanda, Kediaman Penjaga Negara sekelas Jenderal Besar Kerajaan Lie Wu masa tidak punya seratus ribu tael emas, siapa yang percaya? Kalau memang tidak mau memberiku sebanyak itu, ya sudah, kita tidak usah bicara lagi..." Su Yue'er berkata sambil menatap Su Qing, "Nona Besar, ternyata kamu yang selalu dimanjakan Nenek, hanya begini saja. Kamu kan putri sulung keluarga Su, tapi mas kawin seratus ribu tael emas saja tidak punya, tsk tsk... sudahlah, lebih baik aku mati saja, dan kamu masuk istana sendiri!"
Setelah berkata begitu, Su Yue'er langsung berbalik dengan gaya hendak kembali ke lubang, kontan Su Qing pun terkejut dan berlutut memohon, Nyonya Qin juga kembali membujuk.
Tak lama kemudian, Su Yue'er mendengar Nyonya Hao menggeram sambil mengertakkan gigi, "Baik! Seratus ribu tael emas, akan kuberikan!"